Pada suatu saat di dalam karir anda, anda akan melaporkan ke manajer anda : orang yang anda – senang atau tidak – sebut bos. Hubungan yang anda ciptakan dan kelola, baik dengan bos anda sekarang maupun dengan karyawan-karyawan perusahaan yang lain, merupakan hal sangat penting (kritis) bagi kesuksesan pekerjaan dan kemajuan karir anda. Untuk menghadapinya, apakah anda menyenanginya atau tidak, anda bertanggung jawab membina hubungan anda dengan bos anda.

Kualitas hubungan itu membantu anda mencapai tujuan anda. Pada saat yang sama, bos anda memiliki informasi yang anda perlukan untuk mencapai keberhasilan. Ingatlah bahwa dia tidak dapat mengerjakan pekerjaannya secara optimal atau mencapai tujuannya tanpa bantuan anda. Jadi, manajer anda membagi interdependensi kritis dengan anda. Jika anda tidak melaksanakan pekerjaan anda dengan baik, bagaimana anda bisa mencapai tujuan anda pribadi dan perusahaan? Anda tidak akan berkembang tanpa informasi, perspektif, pengalaman, dan dukungan manajer anda. Dengan mengetahui hal tersebut, manajer anda akan membantu anda dalam setiap kesempatan dengan semua ketrampilan dan efektivitas yang mungkin dimilikinya. Beberapa manajer justru adalah bos yang buruk, yang lainnya tidak menyadarai apa yang anda butuhkan dari mereka. Pengelolaan seperti itu adalah suatu tantangan, namun akhirnya berguna bagi anda. Langkah-langkah berikut ini akan membantu anda mengembangkan hubungan yang positif dan supportif dengan bos anda, yaitu suatu hubungan yang akan melayani dengan baik untuk anda sendiri, manajer anda, bahkan juga terhadap organisasi/perusahaan anda.

Pertama, mengembangkan suatu hubungan positif dengan bos anda. Hubungan tersebut harus berdasarkan saling percaya. Kerjakan dengan baik apa yang anda telah katakan. Jaga komitmen terhadap waktu. Jangan pernah membohongi manajer anda dengan membuat surprais yang sebenarnya dapat anda hindari. Informasikan secara teratur proyek yang anda kerjakan kepadanya sembari tetap berinteraksi dengan bagian-bagian lain dalam organisasi/perusahaan. Katakan ke bos anda, kapan anda atau staf anda telah membuat kesalahan dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Berbohong padanya bisa membuat anda stress, karena anda khawatir sewaktu-waktu akan ketahuan dan ternyata anda tidak konsisten dengan yang anda katakan. Berkomunikasilah setiap hari atau setiap minggu untuk membangun hubungan dengan bos anda. Ketahuilah bahwa manajer anda juga manusia. Dia akan membagi pengalaman nya, persis yang anda lakukan, dengan semua suka dukanya.

Kedua, mengenal kesuksesan di tempat kerja bukan segalanya bagi anda, tempatkanlah kebutuhan bos anda dalam diri anda. Artinya cobalah identifikasi hal-hal yang menjadi kelemahan atau tantangan terbesar yang dihadapi bos anda, dan tanyakan apa yang dapat anda lakukan untuk membantunya. Kenali juga apa saja yang menjadi kekhawatira terbesar bos anda dan bagaimana kontribusi anda dapat meringankan kekhawatirannya tersebut. Pahami dengan baik tujuan dan prioritas bos anda. Lakukan pekerjaan anda sesuai dengan prioritasnya. Pikirkan pula tentang kesuksesan bagian/departemen anda dan perusahaan, bukan semata-mata dunia kerja anda yang begitu sempit.
Ketiga, cari dan fokuslah pada hal-hal (bagian) terbaik dari bos anda. Bila anda berperasaan negatif tentang bos anda, tendensinya akan terfokus pada kegagalan dan perilaku buruk dari bos tersebut. Ini tentu saja bukan hal positif bagi pekerjaan anda juga terhadap prospek keberhasilan anda di dalam organisasi. Berikan pujian padanya bila dia melakukan hal-hal yang baik, jangan berlebihan. Berikan pengakuan positif atas kontribusinya bagi kesuksesan anda. Buat bos anda merasa bernilai bagi pekerjaan dan karir anda. Bukankah ini yang anda inginkan darinya untuk anda?

Keempat, anda merasa bos anda tidak mungkin berubah. Namun sebenarnya dia bisa berubah, akan tetapi barangkali dia menunggu seseorang yang bisa memberikan penjelasan mengapa harus berubah. Dari pada berusaha untuk merubah bos anda secara langsung, fokuslah untuk memahami gaya kerja bos anda. Identifikasilah apa yang dia nilai pada seorang karyawan. Apakah dia suka berkomunikasi sesering mungkin, suka dengan karyawan yang mandiri, meminta laporan tertulis segera setelah rapat dilaksanakan, atau percakapan informal. Preferensi bos anda adalah hal yang penting. Semakin baik anda memahami preferensi bos anda, semakin baik anda akan berkerja dengan dia.

Kelima, mempelajari bagaimana membaca moods dan reaksi bos anda adalah suatu pendekatan yang berguna untuk berkomunikasi dengan lebih efektif dengan dia. Ada waktu ketika anda tidak ingin mengemukakan ide-ide baru, jangan paksakan. Masalah di rumah atau keluarga yang mengalami kesehatan dapat mempengaruhi perilaku anda di tempat kerja dan keterbukaan untuk diskusi. Di samping itu, jika bos anda secara teratur bereaksi dengan cara yang sama untuk ide yang sama, telitilah apa sebenarnya yang dia suka atau tidak suka atas saran/ide/proposal yang anda ajukan.

Keenam, belajarlah dari bos anda. Bos anda mampunyai banyak hal yang bisa diajarkan kepada anda. Berikan apresiasi bahwa dia dipromosikan karena perusahaan anda menemukan aspek-aspek yang sangat berguna/bernilai bagi perkerjaan, tindakan, dan/atau gaya manajemen yang diterapkannya. Promosi biasanya merupakan hasil dari kerja yang efektif dan kontribusi pekerjaan yang sangat baik bagi keberhasilan perusahaan. Jadi, ajukan pertanyaan-pertanyan dalam rangka belajar dari dia dan jadilah pendengar yang baik guna mengembangkan suatu hubungan yang efektif dengan bos anda.

Ketujuh, tanyakan ke bos anda mengenai feedback. Biarkan bos anda memainkan peranan sebagai pelatih dan mentor. Ingat bahwa bos anda tidak dapat membaca pikiran anda. Rangsang dia untuk memberikan pengakuan kepada anda atas kinerja terbaik anda. Pastikan dia mengetahui apa yang telah anda laksanakan. Ciptakan ruang dalam percakapan dengan dia untuk memuji dan berterima kasih pada anda.

Kedelapan, hargailah waktu bos anda. Cobalah menjadwalkan sedikitnya suatu pertemuan per minggu sambil menyiapkan sebuah daftar menganai apa yang anda butuhkan dan ingin anda tanyakan. Tujuannya adalah untuk tidak mengganggu bos melaksanakan pekerjaannya.
Kesembilan, kaitkan pekerjaan, kebutuhan, dan arah proyek anda dengan pekerjaan, kebutuhan, dan arah proyek bos anda serta pencapaian tujuan perusahaan. Bila membuat proposal untuk bos anda, cobalah untuk melihat gambaran yang lebih besar. Ada banyak alasan mengapa proposal anda tidak digunakan : sumber daya terbatas, waktu tidak cukup, kurang pas dengan tujuan dan misi perusahaan. Jagalah rahasia dengan ketat.

Kesepuluh, dalam berhubungan dengan bos anda, terkadang anda tidak setuju dengan dia dan bahkan bisa bereaksi secara emosional. Bersabarlah sedikit. Jangan mengancam akan keluar dari perusahaan. Ketidaksetujuan pada bos adalah baik, bukan malah ngambek. Selesaikan perbedaan pendapat dengan baik. Anda harus menyadari fakta bahwa bos anda mempunyai wewenang dan tanggung jawab lebih dari yang anda kerjakan. Perlu disadari bahwa anda tidak mungkin untuk selalu bertindak sesuai dengan cara dan kemauan anda sendiri.

Sumber :

Penulis : Anwar Azazi,SE,DEA
http://anwarazazi.blogspot.com/2009/02/bagaimana-mengelola-hubungan-yang.html